7 Fakta Tentang Pria

Si dia cerewet atau malah jarang bersuara. Apa pun tipenya, yang jelas pria juga punya rahasia yang tak mau ia ceritakan pada Anda.

1. Sisi feminin
Seperti Clark dalam film Superman, pria juga ingin menunjukkan sosok maskulinnya di depan Anda. Tapi, diam-diam, ia juga punya sisi feminin yang tak akan ia umbar pada siapa pun. Tak hanya Anda yang peduli pada masalah penampilan, nyatanya pria juga suka bersolek. Jangan heran kalau sebenarnya si dia juga memiliki perlengkapan perawatan tubuh seperti pembersih wajah hingga kertas minyak. Si dia juga bisa mengalami bad hair day yang menganggunya.

2. Pria juga sensitif
Sama seperti perempuan, pria juga punya sisi sensitif hanya saja ia cukup pandai menyimpannya rapat-rapat. Tapi, tenang, pria mudah ditebak kok. Ingat saja sifat dasar pria, mereka lebih banyak membuktikan dengan tindakan dibanding kata-kata. Jadi Anda bisa membaca sisi sensitifnya dari tingkah laku yang tak bisa disembunyikannya dari Anda.

3. Egonya selangit
Gengsi pria tinggi, termasuk mereka juga terlalu gengsi untuk mengakuinya. Pria tak segan untuk menolak sesuatu yang bukan standarnya atau di luar kemampuannya. Misalnya, si dia menolak saat Anda memintanya untuk menemani nonton film di bioskop. Jangan salah tanggap dengan mengartikannya tidak mau jalan bareng lagi.

Ada beberapa hal yang menjadi kendalanya. Bisa jadi ia tak suka jenis filmnya. Atau bisa jadi si dia sedang tak punya uang lebih untuk mentraktir Anda. Bagaimana pun pria merasa ingin diandalkan untuk membayar berbagai keperluan. Jadi kalau sedang irit, mereka cenderung mencari alasan menghindari ajakan Anda.

4. Ketidakstabilan karier dan pendapatan
Urusan masa depan (uang, penghasilan, karier) merupakan ego terbesar pria. Mereka tak akan mengutarakan masalah atau kesulitan seputar hal tersebut. Jangan heran bila mereka malas untuk bercerita tentang pekerjaan apalagi memberitahukan berapa besar penghasilannya. Lebih baik memilih untuk berbohong dan tidak menunjukkan meski ada masalah. Pria berusaha menutupi dari Anda jika kariernya sedang tidak stabil.

5. Takut dengan kata "komitmen"
Bagi pria, bila mereka memang telah siap berkomitmen dengan Anda, ia pasti akan mengutarakannya tanpa terpaksa.

Ada beberapa hal yang menjadi kendala pria untuk segera mengutarakan keseriusannya. Pria mempertimbangkan sejumlah hal sebelum berkomitmen seperti kemapanan dalam karier, kesiapan mental untuk menikah, dan menyakinkan hatinya kalau Anda adalah pasangan sejati.

6. Si dia juga punya keterbatasan
Citra pria harus berani dan kuat, dibanding perempuan, ternyata menjadi beban untuk mereka. Bila Anda bisa bersantai mengatakan takut terhadap jenis hewan tertentu misalnya, tidak sama dengan pria. Pria terpaksa menutupi rasa takutnya agar tak terlihat lemah.

7. Mantan dan "dosa" pria
Sebanyak apa pun mantannya, seberapa sering ia mengoleksi majalah pria, seindah apa kisah di masa lalunya dengan sang mantan, isu seperti ini takkan pernah diumbar pria.

Meski Anda menanyakannya, pria akan berbohong untuk mencari posisi aman. Pria selalu ingin terlihat baik di depan orang yang dicintainya. Itu sebabnya pria tak suka mengungkit kejadian di masa lalu. Beda dengan perempuan yang cenderung selalu ingin tahu.

Sikap menutup masa lalu ini juga dikarenakan perempuan, seringkali menjadikan masa lalu pria sebagai sumber masalah. Akhirnya, pria memilih menutup mulut daripada berkonflik dengan pasangan yang dicintainya saat ini.

Sumber : http://rudy-doank.blogspot.com/2011/10/mengungkap-7-rahasia-pria.html

4 Mitos seputar rambut


Banyak wanita yang masih merasa ragu saat akan mewarnai rambutnya. Ada sejumlah efek samping yang dikhawatirkan malah akan merusak rambut. Padahal jika dilakukan dengan tepat, kerusakan tak akan terjadi. Lagipula, ada beberapa "mitos" tentang pewarnaan rambut yang sebetulnya tidak benar.

Mewarnai rambut = kanker otak
Ada banyak spekulasi soal hubungan antara pewarnaan rambut dan kanker. Rumor mengatakan, mewarnai rambut akan meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar dan payudara. Namun belum ada bukti yang menguatkan mitos tentang kanker otak yang dipicu dari pewarnaan rambut. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association pada 25 Mei, mewarnai rambut tidak akan meningkatkan risiko timbulnya kanker.

Wanita hamil tidak boleh mewarnai rambut
Para ibu umumnya akan melarang anak atau menantu wanitanya yang sedang hamil untuk mewarnai rambut. Tidak jelas apa latar belakangnya, namun mereka mengatakan, pewarnaan rambut akan berakibat fatal bagi janin yang dikandung. Tapi American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) dalam situs Mayo Clinic menyatakan bahwa pewarna rambut sebenarnya aman-aman saja digunakan selama masa kehamilan karena sangat sedikit pewarna yang dapat menyerap ke lapisan kulit. Sebaiknya seorang wanita tidak mewarnai rambutnya secara permanen pada tiga bulan pertama masa kehamilan. Pewarna rambut semi permanen atau yang terbuat dari herbal lebih dianjurkan.

Bilasan teh ‘chamomile’ akan menambahkan kemilau rambut yang diwarnai
Teh chamomile memang secara alami akan memberikan efek yang baik bagi rambut yang diwarnai. Penata rambut Philip Pelusi mengatakan, teh ini memberikan rasa nyaman di kulit kepala serta membuat rambut menjadi lebih lembut dan berkilau. Cukup lakukan dua kali sebulan, rebus teh dan dinginkan sampai sama dengan suhu ruangan. Tuang perlahan pada rambut sambil dipjiat. Setelah 10 menit, bilas dengan air dingin.

Warna alis harus sama dengan warna rambut
Mitos ini tidak benar. Warna rambut sebaiknya tidak sama persis dengan warna alis. Di situs Woman’s Day, Joel Warren, ahli pewarna rambut, mengatakan adanya sedikit perbedaan warna justru akan lebih menarik. Cukup gunakan pensil alis yang warnanya setingkat lebih muda dari warna rambut Anda.

Sumber : http://rudy-doank.blogspot.com/2011/11/4-mitos-seputar-mewarnai-rambut-mana.html

Keanehan Hutan Raje Mandare

Selain ditemukan danau dengan permukaan air berwarna merah, di hutan Raje Mandare di perbatasan Bengkulu-Sumatera Selatan ini diketahui banyak keanehan.

Menurut Kasmidi, danau merah itu sendiri juga aneh, setidaknya menurut pengetahuannya. Sebab, meskipun airnya terlihat berwarna merah, tetapi kalau diciduk pakai tangan atau gayung, airnya terlihat biasa saja. Bening dan jernih.

Keanehan lain, kata Kasmidi, ada satu lokasi tak jauh dari danau yang menimbulkan aroma pandan bila malam hari. Hal itu tidak ditemukan pada lokasi lain.

Masih cerita Kasmidi, di hutan Raje Mandare juga ada sejumlah satwa raksasa. Misalnya, kelabang dengan lebar 30 cm dan panjangnya 50 cm, burung raksasa, dan kerbau yang telinganya ada sarang lebahnya.

Yang mengherankan, pohon-pohon hutan yang tegak berdiri di atasnya pun seperti mempunyai tatanan tersendiri. Kalau tanah tempat pohon itu tumbuh masih masuk wilayah Tanah Basemah Pagar Alam, maka semua pohonnya miring ke arah Pagar Alam. Namun, kalau tempat tumbuhnya di Bengkulu, maka pohon-pohonnya miring ke arah Bengkulu pula, atau berlawanan dengan arah Pagar Alam.

http://www.wartakota.co.id/upload/photo/2010/12/04/318215d7667155c5a3fd8267c8b85b71.JPG
Masih di daerah itu, semua jenis burung dan hewan hutannya cukup jinak, tidak takut terhadap manusia. Meski begitu, agar burung dan hewan tidak lari, pengunjung tidak boleh mengeluarkan suara atau berbicara.

"Ada hal lain yang kami temukan, seperti kelabang ukuran lebar 30 cm dan panjang 50 cm, burung raksasa, dan kerbau yang telinganya ada sarang lebah atau tawon. Namun, kami tidak tahu apa saja yang tersimpan di daerah bukit Raje Mandare itu," ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Senibudaya setempat, Syafrudin, mengatakan, daerah Rimbacandi memang masih banyak menyimpan misteri yang hingga kini belum dapat terungkap, termasuk keberadaan bukit Raje Mandare yang banyak memiliki peninggalan sejarah.

Sayangnya, pihak pemerintah setempat masih terkendala dana untuk melakukan penelitian di daerah itu. Selain itu, juga ada keterbatasan tenaga ahli. Untuk itu, diperlukan studi lebih lanjut untuk mengungkap misteri Hutan Raje Mandare.

Sumber : 
http://rudy-doank.blogspot.com/2011/12/hutan-raje-mandare-yang-penuh-dengan.html